ASKEP ATONIA UTERI PDF

Latar Belakang Penelitian terhadap kematian ibu memperlihatkan bahwa penderita perdarahan post partum meninggal dunia akibat terus menerus terjadi perdarahan yang jumlahnya kadang-kadang tidak menimbulkan kecurigaan kita. Yang menimbulkan kematian bukanlah perdarahan sekaligus dalam jumlah banyak tetapi justru perdarahan terus-menerus yang terjadi sedikit demi sedikit. Pada suatu studi kasus yang besar, Becham mendapatkan bahwa interval rata-rata antara kelahiran dan kematian adalah 5 jam 20 menit. Tidak seorangpun ibu yang meninggal dalam waktu 1,5 jam setelah melahirkan.

Author:Zulkizahn Tolmaran
Country:Swaziland
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):22 June 2009
Pages:499
PDF File Size:18.88 Mb
ePub File Size:19.86 Mb
ISBN:748-7-49804-477-9
Downloads:86126
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulkim



Sekitar separuh dari kematian ibu hamil akibat perdarahan disebabkan oleh kausa pascapartum dini ini. Jika dijumpai perdarahan yang berlebihan, etiologi spesifiknya perlu dicari. Atonia uterus, retensi plasenta termasuk plasenta akreta dan variannya, serta laserasi saluran genital merupakan penyebab tersering perdarahan dini. Perdarahan intrapartum atau pascapartum dini yang parah kadang-kadang diikuti oleh kegagalan hipofisis sindrom sheehan yang ditandai oleh kegagalan laktasi, amenore, atrofi payudara, rontoknya rambut pubis dan aksila, hipotiroidisme, dan insufisiensi korteks adrenal.

Insidensi sindrom sheehan semula diperkirakan adalah 1 per Di Amerika Serikat, sindrom ini tampaknya sudah semakin jarang dijumpai. Perdarahan obstetri sering disebabkan oleh kegagalan uterus untuk berkontraksi secara memadai setelah pelahiran.

Pada banyak kasus, perdarahan postpartum dapat diperkirakan jauh sebelum pelahiran. Contoh-contoh ketika trauma dapat menyebabkan perdarahan postpartum anatara lain pelahiran janin besar, pelahiran dengan forseps tengah, rotasi forseps, setiap manipulasi intrauterus, dan mungkin persalinan pervaginam setelah seksio sesarea VBAC atau insisi uterus lainnya. Atonia uteri yang menyebabkan perdarahan dapat diperkirakan apabila digunakan zat-zat anestetik berhalogen dalamm konsentrasi tinggi yang menyebabkan relaksasi uterus Gilstrap dkk, Apa yang dimaksud dengan perdarahan pasca persalinan?

Bagaimana fisiologi dari atonia uteri? Bagaimana patofisiologi dari atonia uteri? Apa saja etiologi dari atonia uteri? Bagaimana faktor predisposisi dari atonia uteri? Bagaimana tanda dan gejala dari atonia uteri? Bagaimana manifestasi klinis dari atonia uteri? Bagaimana penatalaksanaan dari atonia uteri? Bagaimana pencegahan dari atonia uteri? Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan atonia uteri? Mengetahui pengertian perdarahan pasca persalinan.

Mengetahui fisiologi dari atonia uteri. Mengetahui patofisiologi dari atonia uteri 4. Mengetahui etiologi dari atonia uteri. Mengetahui faktor predisposisi dari atonia uteri. Mengetahui tanda dan gejala dari atonia uteri. Mengetahui manifestasi dari atonia uteri.

Mengetahui penatalaksanaan dari atonia uteri 9. Mengetahui pencegahan dari atonia uteri. Mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan atonia uteri. Dengan demikian perdarahan postpartum merupakan penjelasan suatu kejadian dan bukkan diagnosis.

Di inggris, separuh kematian ibu hamil akibat perdarahan disebabkan oleh proses postpartum Bonnar Apabila terjadi perdarahan berlebihan, harus dicari etiologi yang spesifik. Atonia uteri, retensi plasenta-termasuk plasenta akreta dan variannya, serta laserasi traktus genitalia merupakan penyebab sebagian besar kasusu perdarahan postpartum.

Dalam 20 tahun terakhir, plasenta akreta telah mengalahkan atonia uteri sebagai penyebab tersering perdarahan postpartum yang keparahanya mengharuskan dilakukannya histerektomi Chestnul dkk, ; Clark dkk. Secara tradisional, perdarahan pascapartum didefinisikan sebagai kehilangan ml atau lebih darah setelah persalinan pervaginam atau ml atau lebih setelah sesar. Wanita dengan hipervolemia normal akibat kehamilan biasanya mengalami peningkatan volume darah sebesar 30 hingga 60 persen yang bagi kebanyakan wanita, berarti 1 sampai 2 liter.

Oleh karena itu, wanita yang bersangkutan akan menoleransi pengeluaran darah, tanpa mengalami penurunan yang nyata dalam hematokrit yang mendekati volum darah yang ia tambahkan selama hamil. Meskipun pengeluaran darah yang melebihi ml beluum pasti merupakan suatu kejadian abnormal untuk persalinan pervaginam, namun kehilangan darah yang sebenarnya biasanya dua kali lipat dari pada yang diperkirakan.

Oleh karena itu, perkiraan kehilangan darah yang lebih dari ml seyogyanya menimbulkan peringatan bahwa wanita yang bersangkutan sedang mengalami perdarahan hebat. Definisi Atonia Uteri Atonia uteria relaksasi otot uterus adalah Uteri tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan pemijatan fundus uteri plasenta telah lahir.

Setelah plasenta lahir, fundus harus selalu di palpasi untuk memastikan bahwa uterus berkontraksi dengan baik. Kegagalan uterus untuk berkontraksi setelah melahiirkan sering menjadi penyebab perdarahan obstetris. Faktor predisposisi atonia uteri diperlihatkan di Tabel Pembedahan antara perdarahan akibat atonia uterus dan akibat laserasi secara tentatif di dasarkan pada kondisi uterus. Uterus yang atoniik akanlembek dan tidak keras pada palpasi.

Jika tetap terjadi perdarahan meskipun uterus berkontraksi dengan kuat, kausa perdarahanya kemungkinan besar adalah laserasi. Darah yang merah segar juga mengisyaratkan laserasi. Uuntuk memastikan peran laserasi sebagai kausa perdarahan, harus dillakukan pemeriksaan yang cermat terhadap vagina, serviks dan uterus.

Kadang-kadang perdarahan disebabkan oleh atonia dan trauma, terutama setelah pelahiran operatif mayor. Secara umum, setelah setiap kelahiran harus dilakukan inspeksi terhadap inspeksi terhadap serviks dan vagina untuk mengidentifkasi perdarahan akibat laserasi. Anestesi harus adekuat untuk mencegah rasa tidak nyaman selama pemeriksaan ini. Pemeriksaan ringga uterus, serviks dan seluruh vagina merupakan hal yang esensial setelah ekstraksi bokong, setelah versi podalik iinterna, dan setelah persalinan pervaginam pada seorang wanita dengan riwayat sesar.

Leveno, Kennethj. Saat plasenta terlepas, banyak arteri dan vena yang menyalurkan darah menuju dan dari plasenta terputus secara mendadak. Di tempat implantasi plasenta, diperlukan kontraksi dan retraksi miometrium untuk menekan pembuluh-pembuluh tersebut dan menyebabkan obliterasi lumen agar perdarahan dapat dikendalikan.

Potongan plasenta atau bekuan darah yang melekat akan menghambat kontraksi dan retraksi efektif miometrium sehingga hemostasis di tempat implantasi tersebut terganggu. Jika miometrium di tempat implantasi plasenta dan disekitarnya berkontraksi dan beretraksi dengan kuat, kecil kemungkinan terjadi perdarahan yang fatal meskipun terjadi gangguan mekanisme pembekuan yang hebat.

Selama kala tiga persalinan, akan terjadi perdarahan tak-terhindarkan yang disebabkan oleh pemisahan parsial sementara plasenta. Sewaktu plasenta terlepas, darah dari tempat implantasi dapat cepat lolos kedalam vagina pemisahan duncan atau tersembunyi di balik plasenta dan membran pemisahan schultze sampai plasenta lahir. Pengeluaran plasenta harus diupayakan melalui tekanan manual di fundus seperti di jelaskan di Bab Turunnya plasenta ditandai oleh kendurnya tali pusat.

Jika perdarahan menetap, diindikasikan pengeluaran plasenta secara manual. Uteus harus di pijat jika tidak berkontraksi dengan kuat. Leveno, Kennethj Atonia uteri yang menyebabkan perdarahan dapat diperkirakan apabila digunakan zat-zat anestetik berhalogen dalam konsentrasi tinggi yang menyebabkan relaksasi uterus Gilstrap dkk, Uterus yang mengalami overdistensi besar kemungkinan besar mengalami hipotonia setelah persalinan. Dengan demikian, wanita dengan janin besar, janin multipel, atau hidramnion rentan terhadap perdarahan akibat atonia uteri.

Kehilangan darah pada persalinan kembar, sebagai contoh, rata-rata hampir ml dan mungkin jauh lebih banyak pritchard, Wanita yang persalinannya ditandai dengan his yang terlalu kuat atau tidak efektif juga dengan kemuungkinan mengalami perdarahan berlebihan akibat atonia uteri setelah melahirkan.

Demikian juga, persalinan yang dipicu atau dipacu dengan oksitosin lebih rentan mengalami atonia uteri dan perdarahan postpartum. Wanita dengan paritas tinggi mungkin berisiko besar mengalami atonia uteri. Fucs dkk. Mereka melaporkan bahwa insiden perdarahan postpartum sebesar 2,7 persen pada para wanita ini meningkat empat kali lipat dibandingkan dengan populasi obstetri umum.

Babinszki dkk. Risiko lain adalah wanita yang bersangkutan perbah mengalami perdarahan postpartum. Akhirnya, kesalahan penatalaksanaan persalinan kala tiga berupa upaya untuk mempercepat pelahiran plasenta selain dari pada mengeluarkannya secara manual. Overdistensi uterus dapat disebabkan oleh kehamilan ganda, janin makrosomia, polihidramnion atau abnormalitas janin misal hidrosefalus berat , kelainan struktur uterus atau kegagalan untuk melahirkan plasenta atau distensi akibat akumulasi darah di uterus baik sebelum maupun plasenta lahir.

Lemahnya kontraksi moimetrium merupakan akibat dari kelelahan karena persalinan lama atau persalinan dengan tenaga besar, terutama biila mendapatkan stimmulasi. Hal ini dapat pula terjadi sebagai akibat dari iinhibisi kontraksi yang disebabkan oleh obat-obatan, seperti agen anestesi terhalogenisasi, nitrat, obat-obat antiinflamasi nonsteroid, magnesium sulfat, beta simpatomimetik dan nifedipin. Penyebab lain yaitu plasenta letak rendah, toksin bakteri korioamnionitis, endomiometritis, septikemia , hipoksia akibat hipoperfusi atau uterus couvelaire pada abruptio plasenta dan hipotermia akibat resusitasi masif.

Data terbaru menyebutkan bahwa grandemultiparitas bukan merupakan faktor resiko independen untuk terjadinya perdarahan postpartum. Buku Ajar Obstetri, Paritas : Sering dijumpai para multipara dan grandemultipara c. Partus lama dan partus terlantar d. Obstein operatif dan narkosa e. Uterus terlalu tegang dan besar, misalnya pada gemeli, hidramnion, atau janin besar f. Kelainan pada uterus, seperti mioma uteri, uterus cauvelair pada solusio plasenta.

Peristiwa sering terjadi pada kondisi ini adalah darah keluar disertai gumpalan disebabkan tromboplastin sudah tidak mampu lagi sebagai anti pembeku darah.

Uterus tidak berkontraksi dan lembek. Gejala klinis berdasarkan penyebab : 1. Atonia Uteri Gejala yang selalu ada : uterus tidak berkontraksi dan lembek dan perdarahan segera setelah anak lahir perdarahan post partum primer. Perdarahan postpartum dapat terjadi karena terleppasnya sebagian plasenta dari rahim dan sebagian lagi belum ; karena perlukaan pada jalan lahir atau karena atonia uteri.

Atonia uteri merupakan sebab terpenting perdarahan postpartum. Atonia uteri juga dapat terjadi bila ada usaha mengeluarkan plasenta dan mendorng rahim ke bawah sementara plasenta belum epas dari rahim. Perdarahan yang banyak dalam waktu pendek dapat segera diketahui. Tapi bila ada perdarahan sedikit dalam waktu lama tanpa disadari penderita telah kehilangan banyak darah sebelum tampak pucat dan gejala lainnya.

Pada perdarahan atonia uteri, rahim membesar dan lembek. Tearapi terbaik adalah pencegahan.

IDEAL 33-892 PDF

Atonia Uteri Adalah

Gangguan gizi pada ibu hamil Anemia selama kehamilan Multiparitas lebih dari 5 kali selama kehamilan Abnormalitas uterus seperti leiomioma, kelainan bawaan Rahim terlalu renggang akibat anak besar, hamil kembar, gemelli, hidramnion. Penanganan Atonia Uteri Atonia uteri harus segera diobati. Jika atonia uteri tidak segera diobati, perdarahan postpartum akan terjadi dan membahayakan nyawa ibu. Atonia uteri bisa diatasi dengan beberapa cara penanganan di bawah ini: 1. Metode pemijatan adalah memasukkan satu tangan ke dalam vagina dan menekan rahim sementara tangan lainnya mendorong rahim melalui dinding perut. Pemberian Obat Uterotonika Manajemen atonia uteri terdiri dari pemberian agen uterotonik. Obat-obat uterus seperti oksitosin, metilergonovin dan prostaglandin.

INFECCION URINARIA PEDIATRIA PDF

Sekitar separuh dari kematian ibu hamil akibat perdarahan disebabkan oleh kausa pascapartum dini ini. Jika dijumpai perdarahan yang berlebihan, etiologi spesifiknya perlu dicari. Atonia uterus, retensi plasenta termasuk plasenta akreta dan variannya, serta laserasi saluran genital merupakan penyebab tersering perdarahan dini. Perdarahan intrapartum atau pascapartum dini yang parah kadang-kadang diikuti oleh kegagalan hipofisis sindrom sheehan yang ditandai oleh kegagalan laktasi, amenore, atrofi payudara, rontoknya rambut pubis dan aksila, hipotiroidisme, dan insufisiensi korteks adrenal.

L5R BURNING SANDS PDF

Kontraksi uterus merupakan mekanisme utama untuk mengontrol perdarahan setelah melahirkan. Atonia uteri terjadi karena kegagalan mekanisme ini. Perdarahan pospartum secara fisiologis dikontrol oleh kontraksi serabut-serabut miometrium yang mengelilingi pembuluh darah yang memvaskularisasi daerah implantasi plasenta. Atonia uteri terjadi apabila serabut-serabut miometrium tersebut tidak berkontraksi. Umur yang terlalu muda atau terlalu tua 3. Multipara dengan jarak keahiran pendek 4. Malnutrisi 6.

Related Articles